Nama
Kelompok :
o
Annisaa
El Husna (20212986)
o
Fitriyah (23212020)
o
Rivalno (26212494)
o
Wiwiek
Widyastuti` (28212175)
KELAS : 4EB12
MATA
KULIAH : AKUNTANSI INTERNASIONAL
“Tugas
Kelompok Minggu 14”
4. MERGER DAN AKUISISI LINTAS NEGARA
Seiring dengan tren global
atas konsolidasi industri, berita mengenai merger dan akuisisi internasional
praktis merupakan kenyataan sehari-hari. Apabila merger umumnya diringkas
dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan
yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan
akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan.
Sebagai Contoh,
penilaian perusahaan sering kali didasarkan pada factor-faktor berbasis harga
seperti rasio harga atas laba (P/E). pendekatan di sini adlaah untuk menurunkan
rata-rata factor P/E untuk perusahaan yang sebanding dalam industry dan
menerapkan factor ini atas laba yang dilaporkan oleh perusahaan yang sedang
dinilai untuk menghasilkan harga penawaran yang memadai. Perhatian utama
perusahaan yang melakukan akuisisi ketika sedang memberikan tawaran atas target
akuisisi asing adalah sejauh factor E (Laba) dalam ukuran P/E ini merupakan refleksi sesungguhnya
dari variable yang sedang diukur bila dibandingkan dengan hasil dari perbedaan
pengukuran akuntansi.
Perbedaan aturan
pengukuran akuntansi dapat menimbulkan arena bermain yang tidak sebanding dalam
pasar untuk memperoleh kendali perusahaan. Dengan demikian, jika perusahaan A
di negara A diperbolehkan untuk menempatkan muhibah (goodwill) yang dibeli
langsung sebagai cadangan, sedangkan perusahaan B di negara B harus
mengamortisasikan goodwill yang dibeli ke dalam laba, maka perusahaan A mungkin
akan memperoleh keunggulan penawaran bila dibandingkan perusahaan B ketika
sedang mencoba mengakuisisi suatu target perusahaan. Perusahaan A dapat
menawarkan harga pembelian yang lebih tinggi, hal ini karena perusahaan A tidak
mengurangi pendapatannya dari kelebihan premium yang dibayarkan.
5.
INTERNASIONALISASI PASAR MODAL
Faktor yang
menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan
eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan
para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia.
Data statistik memperlihatkan bahwa dalam arus modal lintas batas negara telah
melonjak naik menjadi lebih dari dua puluh kali lipat sejak tahun 1990.
Sementara itu, nilai penawaran sekuritas internasional telah melonjak lebih
dari empat kali lipat dalam periode yang sama, dan saat ini telah melampaui
nilai lebih dari 1,5 triliun dolar. Penawaran internasional yang berkenaan
dengan obligasi (surat utang), pinjaman modal perusahaan dan prasarana utang
lainnya, semua ini telah melonjak naik secara dramatis sejak tahun 1990.
Dengan makin
terintegrasinya pasar keuangan, kita juga menyaksikan adanya peningkatan dalam
jumlah perusahaan yang terdaftar pada berbagai bursa efek di seluruh dunia.
Federasi Bursa Efek Dunia (World Federation of Exchanges) melaporkan
bahwa meskipun jumlah perusahaan domestik yang terdaftar dibeberapa tempat
meningkat dan di tempat lain justru menurun dalam paruh pertama dekade ini,
namun demikian tingkat rata-rata volume perdagangan tahunan dari
perusahaan-perusahaan yang terdaftar telah melonjak secara signifikan. Beberapa
dari peningkatan yang paling mengesankan terjadi justru di pasar-pasar keuangan
yang sedang berkembang.
Tiga wilayah dengan
pasar modal terbesar adalah wilayah benua Amerika, Asia Pasifik, dan Eropa,
termasuk juga didalamnya Afrika dan Timur Tengah. Dalam konteks kapitalisasi
pasar modal domestik, wilayah Amerika telah mengalami peningkatan tahunan
keseluruhan dengan kisaran 13%, melonjak dari 11.931 triliun dolar di tahun
2002 hingga 19.458 triliun dolar pada tahun 2005. Eropa 17,2%, meningkat dari $6.465
triliun hingga $12.206 triliun , dan
Asia Pasifik naik hingga 20%, yaitu naik dari $4.437 triliun hingga $9.310
triliun.
- Amerika
Ekonomi AS dan pasar
sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an. Saat ini, baik
NYSE maupun NASDAQ mendominasi bursa efek lain di seluruh dunia dalam hal
kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestik, nilai perdagangan saham
asing (diluar Bursa Efek London (LSE)), jumlah perusahaan domestik yang
mencatatkan saham dan jumlah perusahaan asing yang mencatatkan sahamnya.
Relatif penting Amerika dalam pasar ekuitas global juga meningkat. Kapitalisasi
pasar di Amerika dalam presendtase terhadap total global berada pada 47,5
persen pada awal tahun 2006.
Namun, di Amerika
sekalipun, kuatnya tuntutan kompetisi global juga makin dirasakan. Komite
Pengaturan Pasar Modal (The Committee on Capital Market Regulation),
yang anggota-anggotanya ditunjuk langsung oleh SEC dan juga berkoordinasi
dengan Dewan Keuangan Federal Pemerintah (Federal Reserve Boards of
Governors) dan Departemen Keuangan Amerika Serikat telah menetapkan
bahwa Amerika Serikat akan kehilangan pengaruhnya dalam pasar modal dunia
kecuali jika Amerika merampingkan berbagai ketetapan peraturan permodalannya,
yang oleh pasar dirasa terlalu memberatkan.
- Eropa Barat
Eropa adalah wilayah
pasar ekuitas terbesar di dunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume
perdagangan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan
pertumbuhan pasar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh kedua tahun 1990-an.
Privatisasi yang dilakukan terhadap banyak perusahaan besar milik pemerintah
telah membuat pasar ekuitas Eropa menjadi lebih penting dan menarik investor
non institusional (non-lembaga), hingga pasar Eropa telah tumbuh seiring dengan
keberhasilan Persatuan Moneter Eropa (European Monetary Union).
Persaingan
terus-menerus diantara bursa efek Eropa ikut berperan dalam membangun kultur
pasar modal. Selama kurun tahun 1990, pasar modal di benua Eropa telah menjadi
makin terarahkan pada kepentingan para investor baru. Investor eksternal,
secara khusus berarti investor luar negeri dan investor institusional, dewasa
ini makin menuntut keterbukaan pasar dalam segala segi dan makin menuntut
peningkatan tata kelola perusahaan.
- Asia
Banyak ahli yang
memperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting,
Republik Rakyat Cina (Cina) muncul sebagai perekonomian global utama dan
negara-negara “Macan Asia” mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang
fenomenal.
Beberapa pengkritik
berpendapat bahwa pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan standar auditing di
Asia serta pengawasan dan penegakan implementasi standar tersebut lemah. Namun
demikian, prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat.
Kapitalisasi pasar sebagai persentase dari produk domestik bruto (Gross
Domestic Product-GDP) di Asia terbilang rendah dibandingkan dengan di Amerika
Serikat dan beberapa pasar utama Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa pasar ekuitas
dapat memainkan peranan yang lebih besar dibanyak perekonomian Asia. Demikian
juga, pemerintah dan bursa efek di Asia berada dibawah tekanan untuk
memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar untuk menarik para investor.
Seperti telah disebutkan beberapa pasar Asia Pasifik (seperti Cina, India,
Korea, Taiwan, dan Hongkong) telah tumbuh dengan cepat dan mengalami volume
perdagangan yang relative besar terhadap kapitalisasi pasar.
6. Pencatatan dan
Penerbitan Saham Lintas Batas Negara
Gelombang minat melakukan pencatatan saham lintas batas Negara tidak
merupakan fenomena kesempatan. Bukti menunjukan bahwa perusahaan penerbit saham
bermaksud melakukan pencatatan lintas-batas di Eropa untuk memperluas kelompok
pemegang saham, menignkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/atau
membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya Negara-negara di
mana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan/atau pelanggan utama.
Regulator nasional dan
bursa efek sangat berkompetisi dalam pencatatan saham asing dan volume
perdagangan, yang merupakan hal penting bagi bursa efek yang berkeinginan untuk
menjadi atau mempertahankan posisi sebagai pemimpin global. Sebagai respon,
bursa efek dan regulator pasar Eropa telah bekerja untuk membuat akses masuk
yang lebih cepat dan lebih murah bagi para perusahaan asing penerbit saham dan
pada saat yang bersamaan meningkatkan kredibilitas mereka. Oleh karena pasar
modal menajdi makin khusus, setipa pasar menawarkan manfaat unik untuk para
penerbit asing.
Banyak perusahaan
Eropa mengalami kesulitan ketika memutuskan dimana meningkatkan jumlah modal
atau mencatatkan sahamnya. Pengetahuan mengenai berbagai pasar ekuitas dengan
hukum, aturan, dan karakter kelembagaan yang berbeda sangat diperlukan saat
ini. Hal yang juga diperlukan adalah pemahaman mengenai bagaimana karteristik
perusahaan penerbit saham dan bursa efek saling berhubungan.
Perubahan yang terjadi
di pasar-pasar modal seluruh dunia saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan
melambat. Salah satu contoh, makin bertambah pentingnya konsolidasi dan kerja
sama diantara bursa efek dunia. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa dalam
kurun waktu yang cukup singkat, pasar keuangan dan perdagangan akan dodominasi
oleh dua atau tiga bursa efek dunia yang beroperasi lintas benua. Hal ini
akan secara signifikan meningkatkan keterbukaan perusahaan-perusahaan
internasional bagi para investor internasional.
Referensi
Buku :
Choi, Frederick, D.S
dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting, Buku 1, Edisi 6,
Jakarta : Salemba Empat.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar