Nama
Kelompok :
o
Annisaa
El Husna (20212986)
o
Fitriyah (23212020)
o
Rivalno (26212494)
o
Wiwiek
Widyastuti` (28212175)
KELAS : 4EB12
MATA
KULIAH : AKUNTANSI INTERNASIONAL
“Tugas
Kelompok Minggu 13”
1.
PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL
Bisnis Internasional secara tradisional terkait dengan
perdagangan luar negeri. Kegiatan yang berakar dari masa lampau ini akan terus
berlanjut tanpa terputus. Ketika di masa lalu perdagangan jasa biasanya kalah
penting, jika dibandingkan dengan perdagangan barang. Saat ini perdagangan jasa
mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang
lebih cepat daripada perdagangan barang.
Isu akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan ekspor
dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Saat ini,
bisnis internasional semakin berhubungan dengan investasi asing langsung yang
meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan
membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis.
Operasi yang dilaksanakan di luar negeri membuat manajer keuangan dan akuntan
menghadapi resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika
operasi perusahaan dilaksanakan di dalam wilayah satu Negara.
Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan
luar negeri dan menignkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang
meliputi pendirian system manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan
membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan, atau aliansi
strategis. Saat terlihat jelas adanya bias dari Negara-negara maju terhadap
investasi asing, secara langsung arus investasi asing meledak ke Negara-negara
berkembang sejak awal tahun 1990-an sehingga menunjukan bahwa MNC makin
menyadari bahwa Negara-negara tuan rumah ini menjadi lokasi investasi yang
menarik.
2.
INOVASI KEUANGAN
Manajemen risiko telah menjadi istilah yang popular
dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Alasannya tidaklah sulit dicari.
Dengan deregulasi keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan.
Kerentanan dalam harga, komoditas valuta asing, kredit dan ekuitas menjadi hal
yang biasa dewasa ini. Perputaran naik turunnya harga ini tidak serta merta
langsung berdampak pada proses pelaporan internal. Tetapi juga menghadapkan
perusahaan pada risiko menderita kerugian ekonomis.
Hal ini
menyebabkan Perusahaan harus mampu menghadapi risiko bisnis yang akan mereka
terima, oleh karena itu dewasa ini perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi
khususnya untuk keuangan agar tidak menderita kerugian ekonomis dalam
menghadapi risiko bisnis. Untuk itu perusahaan harus memiliki tindakan preventif
yaitu sistem manajemen risiko yang baik, dengan deregulasi pasar keuangan
dan pengendalian modal yang terus dilakukan, kerentanan dalam harga komoditas,
valuta asing, kredit dan ekuitas yang sering terjadi dewasa ini. Perputaran
naik turunnya harga ini memang tidak serta merta langsung berdampak pada proses
pelaporan internal, tetapi menghadapkan perusahaan pada risiko menderita
kerugian ekonomis. Hal ini memacu tujuan aktivitas perusahaan dalam
mengidentifikasi risiko yang mereka hadapi berasal dari kerentanan tersebut,
memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi
manajemen risiko yang dijalankan.
Pertumbuhan
jasa manajemen risiko yang cepat memungkinkan perusahaan dapat mempertinggi
nilai perusahaan dengan mengatur manajemen risikonya. Investor dan pemegang
saham perusahaan lainnya mengharapkan manajer keuangan untuk mengidentifikasi
dan aktif mengelola eksposur tersebut. Pada saat yang bersamaan, kemajuan dalam
teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak orang
lain. Mereka yang memiliki kemampuan manajemen risiko sangat dihargai oleh
pasar.
3. KOMPETISI GLOBAL
Faktor lain
yang turut menyumbangkan makin pentingnya akuntansi internasional adalah
fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking),
suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar
yang memadai.
Era globalisasi dan informasi ditandai dengan semakin
meningkatnya jalur interkoneksi antar negara-negara di dunia. Akselerasi proses
globalisasi difasilitasi oleh revolusi di bidang teknologi khususnya Teknologi
Informasi dan Komunikasi, yang mentransformasikan masyarakat dunia menyambut
era yang familiar dengan sebutan “era informasi”. Dalam era informasi,
informasi telah berkembang menjadi komoditas yang penting dan strategis, serta
semakin luas memasuki berbagai sisi dalam kehidupan masyarakat.
Selain era informasi, saat ini globalisasi juga sering
disebut sebagai “era persaingan bebas”. Dalam era persaingan bebas atau
kompetisi global maka tuntutan yang lebih tinggi dari standar yang ada terhadap
kemampuan seseorang atau seseorang yang memiliki daya saing tinggi sangat
diperlukan sehingga seseorang dengan kemampuan di atas rata-rata akan mampu
bersaing dalam kompetisi tersebut, sedangkan sebaliknya, seseorang dengan
kemampuan biasa-biasa saja apalagi kekurangan bekal kemampuan yang memadai,
maka dengan sendirinya akan tersingkir dari kompetisi global tersebut.
Kompetisi global juga ada kaitannya dengan perdagangan
bebas (pasar global) akan memberikan kesejahteraan antar bangsa yang semakin
meningkat. Dunia dengan perdagangan bebas dalam arti kata seluas-luasnya, yaitu
dunia tanpa batas. Pembatas yang kita miliki adalah terutama hanyalah kemampuan
kita bersaing baik didalam negeri maupun di tingkat internasional. Pasar global
harus diartikan bahwa tidak ada lagi perbedaan antara pasar dalam negeri dan
pasar luar negeri. Dunia hanya memiliki satu pasar yaitu pasar global. Masalah
daya saing dalam pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isu kunci dan
tantangan yang tidak ringan. Tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan daya saing
yang tinggi, niscaya produk suatu negara, termasuk produk Indonesia,tidak akan
mampu menembus pasar internasional. Bahkan masuknya produk impor dapat
mengancam posisi pasar domestik. Di tengah keterbukaan ekonomi dimana produk
dan jasa bersaing bebas dalam sebuah negara, maka yang paling memiliki
keunggulan kompetitif, akan menguasai pasar.
Referensi
Buku :
Choi, Frederick, D.S
dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting, Buku 1, Edisi 6,
Jakarta : Salemba Empat.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar