Minggu, 26 Juni 2016

Akuntansi Internasional : Tugas Kelompok Minggu 13



Nama Kelompok         :
o   Annisaa El Husna                   (20212986)
o   Fitriyah                                    (23212020)
o   Rivalno                                    (26212494)
o   Wiwiek Widyastuti`                (28212175)

KELAS                       : 4EB12
MATA KULIAH       : AKUNTANSI INTERNASIONAL

“Tugas Kelompok Minggu 13”

1.     PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL

Bisnis Internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Kegiatan yang berakar dari masa lampau ini akan terus berlanjut tanpa terputus. Ketika di masa lalu perdagangan jasa biasanya kalah penting, jika dibandingkan dengan perdagangan barang. Saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebih cepat daripada perdagangan barang.

Isu akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Saat ini, bisnis internasional semakin berhubungan dengan investasi asing langsung yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis. Operasi yang dilaksanakan di luar negeri membuat manajer keuangan dan akuntan menghadapi resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi perusahaan dilaksanakan di dalam wilayah satu Negara.

Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan menignkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian system manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan, atau aliansi strategis. Saat terlihat jelas adanya bias dari Negara-negara maju terhadap investasi asing, secara langsung arus investasi asing meledak ke Negara-negara berkembang sejak awal tahun 1990-an sehingga menunjukan bahwa MNC makin menyadari bahwa Negara-negara tuan rumah ini menjadi lokasi investasi yang menarik.

2.     INOVASI KEUANGAN 

Manajemen risiko telah menjadi istilah yang popular dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Alasannya tidaklah sulit dicari. Dengan deregulasi keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan. Kerentanan dalam harga, komoditas valuta asing, kredit dan ekuitas menjadi hal yang biasa dewasa ini. Perputaran naik turunnya harga ini tidak serta merta langsung berdampak pada proses pelaporan internal. Tetapi juga menghadapkan perusahaan pada risiko menderita kerugian ekonomis.

Hal ini menyebabkan Perusahaan harus mampu menghadapi risiko bisnis yang akan mereka terima, oleh karena itu dewasa ini perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi khususnya untuk keuangan agar tidak menderita kerugian ekonomis dalam menghadapi risiko bisnis. Untuk itu perusahaan harus memiliki tindakan preventif yaitu sistem manajemen risiko yang baik, dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, kerentanan dalam harga komoditas, valuta asing, kredit dan ekuitas yang sering terjadi dewasa ini. Perputaran naik turunnya harga ini memang tidak serta merta langsung berdampak pada proses pelaporan internal, tetapi menghadapkan perusahaan pada risiko menderita kerugian ekonomis. Hal ini memacu tujuan aktivitas perusahaan dalam mengidentifikasi risiko yang mereka hadapi berasal dari kerentanan tersebut, memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan.

Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat memungkinkan perusahaan dapat mempertinggi nilai perusahaan dengan mengatur manajemen risikonya. Investor dan pemegang saham perusahaan lainnya mengharapkan manajer keuangan untuk mengidentifikasi dan aktif mengelola eksposur tersebut. Pada saat yang bersamaan, kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak orang lain. Mereka yang memiliki kemampuan manajemen risiko sangat dihargai oleh pasar.

3.     KOMPETISI GLOBAL

Faktor lain yang turut menyumbangkan makin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai.

Era globalisasi dan informasi ditandai dengan semakin meningkatnya jalur interkoneksi antar negara-negara di dunia. Akselerasi proses globalisasi difasilitasi oleh revolusi di bidang teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang mentransformasikan masyarakat dunia menyambut era yang familiar dengan sebutan “era informasi”. Dalam era informasi, informasi telah berkembang menjadi komoditas yang penting dan strategis, serta semakin luas memasuki berbagai sisi dalam kehidupan masyarakat.

Selain era informasi, saat ini globalisasi juga sering disebut sebagai “era persaingan bebas”. Dalam era persaingan bebas atau kompetisi global maka tuntutan yang lebih tinggi dari standar yang ada terhadap kemampuan seseorang atau seseorang yang memiliki daya saing tinggi sangat diperlukan sehingga seseorang dengan kemampuan di atas rata-rata akan mampu bersaing dalam kompetisi tersebut, sedangkan sebaliknya, seseorang dengan kemampuan biasa-biasa saja apalagi kekurangan bekal kemampuan yang memadai, maka dengan sendirinya akan tersingkir dari kompetisi global tersebut.

Kompetisi global juga ada kaitannya dengan perdagangan bebas (pasar global) akan memberikan kesejahteraan antar bangsa yang semakin meningkat. Dunia dengan perdagangan bebas dalam arti kata seluas-luasnya, yaitu dunia tanpa batas. Pembatas yang kita miliki adalah terutama hanyalah kemampuan kita bersaing baik didalam negeri maupun di tingkat internasional. Pasar global harus diartikan bahwa tidak ada lagi perbedaan antara pasar dalam negeri dan pasar luar negeri. Dunia hanya memiliki satu pasar yaitu pasar global. Masalah daya saing dalam pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isu kunci dan tantangan yang tidak ringan. Tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan daya saing yang tinggi, niscaya produk suatu negara, termasuk produk Indonesia,tidak akan mampu menembus pasar internasional. Bahkan masuknya produk impor dapat mengancam posisi pasar domestik. Di tengah keterbukaan ekonomi dimana produk dan jasa bersaing bebas dalam sebuah negara, maka yang paling memiliki keunggulan kompetitif, akan menguasai pasar.


Referensi Buku  :
Choi, Frederick, D.S dan Gary K. Meek. 2010. International Accounting, Buku 1, Edisi 6, Jakarta : Salemba Empat.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar