NAMA :
RIVALNO
NPM :
26212494
KELAS :
4EB12
MATA KULIAH :
AKUNTANSI INTERNASIONAL
Bab 6
“Translasi Mata Uang Asing”
“Translasi Mata Uang Asing”
v ALASAN
TRANSLASI MATA UANG ASING
Perusahaan dengan kegiatan operasional luar negeri
yang signifikan mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan pada
para pembaca informasi mengenai operasional perusahaan global, untuk itu,
laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan dihitung dengan mata uang
asing dilaporkan lagi terhadap mata uang yang digunakan laporan induk
perusahaan. Proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata
uang lainnya disebut Translasi Mata Uang Asing (Translation).
Banyak permasalahan yang berhubungan dengan translasi
mata uang asing muncul dari fakta bahwa nilai relatif mata uang asing hampir
tidak pernah stabil. Tingkat variabelitas nilai tukar, dikombinasikan dengan
perbedaan antara metode translasi mata uang asing dan penanganan terhadap translasi
mata uang asing keuntungan dan kerugian, semakin mempersulit untuk dapat
membandingkan hasil suatu perusahaan dengan prusahaan lainnya, ataupun
perbandingan dalam suatu perusahaan dari periode satu dengan periode lainnya.
Dalam keadaaan ini sebuah tantangan bagi sebuah perusahaan multinational untuk
memberikan penjelasan yang informatif mengenai hasil operasional dan posisi
keuangan.
Terdapat tiga alasan tambahan dalam translasi mata
uang asing : mencatat transaksi mata uang asing, mempehitungkan efeknya
perusahaan terhadap translasi mata uang`, dan berkomunikasi dengan peminat
saham asing. Transaksi mata uang asing seperti pembelian produk dari cina oleh
importer kanada harus ditranslasikan mata uangnya karena laporan keuangan tidak
dapat dipersiapkan dari pembukuan yang menggunakan lebih dari satu mata uang.
v LATAR
BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi mata uang asing tidaklah sama dengan
konversi, yaitu translasi mata uang secara fisik. Translasi mata uang asing
merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca
menggunakan poundsterling Inggris kemudian disajikan ulang dalam padanannya
dolar AS. Tidak terjadi translasi secara fisik, dan tidak da transaksi yang
dapat dihitung seperti pada koversi.
Neraca mata uang asing ditranslasikan terhadap
pendanaannya mata uang domestic oleh nilai tukar mata uang asing : harga satu
buah unit mata uang diartikan dalam mata uang lainnya. Peserta pasar termasuk
bank dan perantara keuangan lainnnya, perusahaan bisnis, individu, dan pedagang
internasional dihubungkanlah jaringan komunikasi modern, pasar translasi mata
uang asing memfasilitasi transfer pembayaran internasional. Transaksi mata uang
asing bias terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau di pasar swap. Pembelian/penjualan
mata uang asing ditempat normalnya harus segera disampaikan, yaitu sekitar dua
hari kerja.
Kurs pada pasar Spot
bersifat langsung atau tidak langsung. Pada translasi langsung, kurs
menetapkan jumlah unit uang domestic yang dibutuhkan untuk mendapatkan unit
mata uang asing. Kurs dipasar Spot diperngaruhi berbagai fakto, antara lain :
perbedaan tingkat inflasi, perbedaan pada saham nasional, dan ekspektasi
mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya.
Translasi pada pasar Forward adalah persetujuan untuk mentraslansikan sejumlah mata uang
yang telah ditetapkan untuk masa yang akan dating. Translasi dipasar ini
mendapatkanpotongan dipasar Spot. Pasar
Forward dan pasar Spot
sering menawarkan Bid (Penawaran)
dan ask (Permintaan). Translasi Bid adalah apa yang dibayar oleh
perantara mata uang asing kepada anda.
Transaksi Swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan, atau penjualan spot dan pembelian forward mata
uang. Para investor sering kali
menggunakan swap untuk mendapatkan
untung dari tingkat saham Negara asingyang tinggi sementara juga secara
simultan berjaga-jaga terhadap pergerakan nilai tukar yang tidak stabil.
v MASALAH
Jika nilai tukar mata uang asing relatife stabil,
translasi mata uang asing keuangan tidak akan lebih sulit dari pada
menstranslasikan per inchi atau kaki terhadap padananya metric tersebut.
Permasalahanya adalah bagaimanapun nilai tukar tidak stabil. Hal ini akan
menciptkan keuntungan dan kerugian atas translasi mata uang asing.
v EFEK LAPORAN
KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI MATA UANG ASING
Tiga kurs translasi dibawah ini dapat digunakan untuk
mentranskasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik. Pertama,
kurs saat ini, adalah kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan. Kedua,
adalah kurs historis, yang merupakan translasi mata uang yang berlaku saat aset
dengan mata uang asing pertama kali didapatkan atau asaat kewajiban dengan mata
uang asing pertama kali muncul. yang terakhir, kurs rata-rata, yaitu nilai
rat-rata biasa atau dengan pembobotan naik pada kurs historis atau saat itu.
Kurs historis pada umumnya menjaga padanannya biaya
awal item mata uang asing dalam laporan keuangan domestik. Penggunan kurs
historis menjaga laporan keuangan dari keuntungan atau kerugian translasi mata
uang asing, yaitu dari kenaikan dan penurunan padananya dolar pada neraca
mata uang asing berkaitan dkengan fluktuasi dalam nilai tukar mata uang asing
diantara periode pelaporan.
Disini kita harus membedakan antara keuntungan dan
kerugian translasi mata uang asing dengan keuntungan dan kerugian transaksi
dimana keduanya merupakan keuntungan kerugian translasi mata uang asing.
Transaksi mata uang asing muncul saat penjualan maupun pembelian produk yang
pembayaranya dilakuan dengan menggunakan mata uang asing. Translasi mata uang
asing dibutuhkan untuk mencapai catatan pembukuan keuangan dalam laporan
perusahaan.
Terdapat dua tipe penyesuain transaksi, pertama gains
dan losses settled transasctions (Keuntungan
dan kerugian pada transaksi labi), muncul walaupun nilai tukar pada pembukuan
transaksi awal berbeda dengan tingkat pada pencapaian. Yang kedua gains dan losses unsettled transaction (Keuntungan
dan kerugian pada transaksi tidak stabil), muncul saat laporan keuangan
dipersiapkan sebelum transaksi di setujui.
Terdapat tiga permasalahn utama yang berhubungan
dengan tingkat flukstuasi translasi mata uang asing, antara lain :
1.
Nilai tukar bagaimana yang digunakan untuk
mentraslasikan neracas mata uang asing terhadap mata uag domestic?
2.
Asset dan kewajiban dengan mata uang asing mana yang
terkena nilai tukar mata uang asing?
3.
Bagaiman perhitungan keuntungan dan kerugian translasi
mata uang asing?
v Transaksi
Mata Uang Asing
Perbedaan karakteristik pada transaksi mata uang asing
adalah perjanjian yang dipengaruhi oleh mata uang asing. Transaksi mata uang
asing mungkin menggunakan satu mata uang akan tetapi dihitung dengan mata uang
lain. Untuk mengerti alasanya, pertama-tama pertimbangkan gagasan
mengenai mata uang fungsional. Tabel dibawah ini
Tampilan 6-4
mengindentifikasikan keadaan yang membenarkan penggunaan mata uang local atau
induk perusahaan sebagai mata uang fungsional.
Tampilan 6-4 Kriteria mata uang fungsional
|
Faktor
Ekonomi
|
Mata Uang
Lokal sebagai Mata Uang Fungsional
|
Mata Uang
Induk Perusahaan sebagai Mata Uang Fungsional
|
|
Arus Kas
|
Menggunakan mata uang local dan tidak berpengaruh
terhadap arus kas
|
Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan
dikembalikan ke induk perusahaan
|
|
Harga Jual
|
Sangat
tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi
local
|
Responsif
terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
|
|
Harga Pasar
|
Kebanyakan pada negara adidaya dan menggunakan mata
uang local
|
Kebanyakan pada negara induk dan menggunakan mata
uang negara induk
|
|
Anggaran
Biaya
|
Sering
terjadi pada daerah local
|
Sangat
berkaitan dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
|
|
Keuangan
|
Menggunakan mata uang local dan dilayani oleh
operasional local
|
Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada
induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
|
|
Internal
Perusahaan
|
Jarang,
tidak ekstensif
|
Sering
kali dan transaksi yang ekstensif
|
sumber : Choi,
Frederick D. S, Meek, Gary K, 2010, Akuntansi Internasional, Buku 1, Edisi
keenam, Jakarta;Salemba Empat. (HAL 242-243)
FAS No. 52 keputusan pihak yang berwenang AS pada
akuntansi untuk mata uang asing, mengamanatkan persyaratan untuk transaksi mata
uang asing.
1.
Pada tanggal transaksi diakui, setiap aset, kewajiban,
pendapatan, beban, keuntungan atau kerugian yang muncul harus dihitung dan
dicatat dalam mata uang fungsional dalam catatan secara keseluruhan dengan
pengaruh nilai tukar pada saat itu.
2.
Pada setiap tanggal neraca, neraca tercatat yang
menggunakan mata uang selain mata uang fungsional ik pada pencatatan harus
disesuaikan untuk menggambarkan nilai tuka saat itu.
Dengan begitu, penyesuaian
nilai tukar asing tetap dibutuhkan walaupun perbedaan nilai tukar anatara waktu
transaksi dan waktu penyelesaian. Jika laporan keuangan dipersiapkan sebelum
perjanjian, penyesuaian pembukuan akan sama dengan perbedaan antara jumlah
pencatatan dan jumlah yang ada yang diberikan dalam laporan keuangan.
FSAB menolak anggapan yang
melihat sebuah perbedaan tergambar dari keuntungan dan kerugian pada transaksi
yang stabil atau tidak, karena perbedaan semacam itu dalam praktiknya tidak
bisa diaplikasikan . terdapat dua cara untuk melakukan pembukuan bagi
keuntungan dan kerugian transaksi.
1) Perspektif
Transaksi Tunggal
Pada transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik
stabil atau tidak) dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi
awal dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal.
2) Perspektif
Ganda
Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang
krona mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan
tambahan pendapatan. Untuk tujuan keseragaman FAS No.52 membutuhkan metode
pembukuan transaksi ganda untuk transaksi mata uang asing.
v TRANSLASI
MATA UANG ASING
Perusahaan yang beroperasi secara global menggunakan
berbagai metode untuk menunjukkan aset, utang, pendapatan dan beban dalam mata
uang domestik yang dinyatakan dalam mata uang asing. Metode translasi mata uang
asing seperti ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe: menggunakan metode
nilai tukar mata uang asing tunggal dan metode nilai tukar mata uang asing
ganda.
A.
METODE NILAI TUKAR TUNGGAL
Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga
penutupan atau harga saat itu terhadap saham dan hutang asing. Pendapatan dan
beban biasanya ditranslasikan oleh rata rata nilai tukar yang berlaku
saat item itu diakui
Pada metode tunggal, laporan keuangan operasional
asing (yang dilihat oleh induk sebagai kesatuan otonom) memiliki laporan
domisili tersendiri: keadaan mata uang lokal dimana anak perusahaan berbisnis.
Pernyataan gabungan menjaga keterhubungan laporan keuangan awal (seperti rasio
keuangan) individu yang menggabungkan secara keseluruhan karena semua
gabungan item laporan keuangan ditranslasikan dengan sebuah
konstanta, yaitu hasil gabungan tersebut memperlihatkan perspektif nilai mata
uang yang digunakan induk perusahaan. Beberapa orang salah dalam menggunakan
metode ini karena menggunakan perspektif mata uang asing berlipat yang
mengganggu tujuan dasar laporan keuangan gabungan.
B. METODE NILAI
TUKAR GANDA
o Metode
Current-Noncurrent
Pada metode ini, asset lancar yang dimiliki anak
perusahaan saat itu dan utang lancer ditranslasikan ke dalam mata uang induk
perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Aset dan
kewajiban noncurrent ditranslasikan pada kurs historis, Item laporan
laba rugi (kecuali untuk biaya depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan pada
aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau pada rata-rata dasar
tambahan yang mencakup seluruh periode yang dilaporkan. Biaya depresiasi dan
amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang
dimiliki didapatkan.
o
Metode Moneter-Nonmoneter
Metode ini menggunakan skema klasifikasi neraca untuk
menukarkan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Aset dan kewajiban moneter
(contoh: klaim dan kewajiban untuk membayar sejumlah tagihan dengan mata uang
di masa yang akan datang) ditranslasikan dengan kurs saat ini. Item nonmoneter
(aset tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan) ditranslasikan dalam
kurs historis. Item laporan laba rugi ditranslasikan dengan prosedur yang sama
dengan yang dijelaskan dalam konsep current-noncurrent. Tidak
seperti metode current-noncurrent, metode ini melihat aset dan
kewajiban moneter sebagai risiko nilai tukar. Oleh karena item moneter
dimasukkan dalam kas, penggunaan kurs saat ini untuk translasi mata uang
asing, item tersebut menghasilkan padanannya mata uang
domestik yang merefleksikan nilai yang dapat dicapai atau nilai penyelesaian.
Hal tersebut juga merefleksikan perubahan dalam mata uang domestik
padanannya pada kewajiban jangka panjang dalam periode di mana nilai tukar
berubah, menghasilkan indikator waktu atas efek nilai tukar.
o
Metode Kurs Sementara
Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang
asing tidak merubah sifat sebuah item yang dihitung, hal tersebut hanya merubah
unit peruntungannya saja. Dengan kata lain, translasi mata uang asing neraca
disajikan ulang menggunakan mata uang item tersebut, tetapi bukan penilaian
aktual. Pada GAAP AS, nilai kas dihitung berdasarkan jumlah yang dimiliki saat
tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan akan
diterima atau dibayar pada waktu jatuh temponya. Aset dan kewajiban lain-lain
dihitung dengan harga uang yang berlaku pada saat item diterima atau terjadi
(harga perolehan). Persediaan dihitung berdasarkan harga yang lebih rendah
antara biaya atau harga pasar. Pada metode kurs sementara, item moneter seperti
kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu. Item nonmoneter
ditranslasikan pada kurs yang menjaga dasar perhitungan awal. Secara spesifik,
aset yang dihitung harga perolehannya pada laporan pada mata uang asing
ditranslasikan pada kurs historis, Pendapatan dan beban ditranslasikan pada
kurs yang berlaku saat transaksi terjadi, walaupun kurs rata-rata disarankan
apda saat transaksi pendapatan atau beban sangat besar.
Kurs Saat
Ini yang Sesuai
Nilai tukar mata uang asing
yang sesuai harus merefleksikan realitas bisnis dan ekonomi sedalam mungkin. Nilai
tukar pasar bebas untuk transaksi spot di Negara dimana akun yang
ditranslaksikan berasal, merupakan nilai tukar yang sesuai untuk menghitng
transaks pada saat itu. Terkadang sebuah Negara mengaplikasikan nilai tukar
berbeda terhadap transaksi yang berbeda. Dalam siatusi seperti itu, kita harus
memilih salah satu diantar nilai tukar yang ada. Beberapa kemungkinan berikut
ini yang disarankan antara lain : (1) nilai tukar pembagian deviden, (2) nilai
tukar pasar-bebas, dan (3) nilai tukar penalty atau preference teraplikasi,
seperti yang diasosiasikan dengan impor dan ekspor.
Keuntungan
dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing
o Penangguhan
Meniadakan penyesuain
translasi mata uang asing pada pencatatan lancer biasanya dianjurkan karena
penyesuain tersebut merupkan hasil dari proses penyajian ulang. Perusahaan pada
matauang domestic padaannya pad asset bersih anak perushaan tidak akan diakui
dan tidak memiliki efek pada arus kas mata uang lokal yang dijlankan oleh
asing.
o
Penangguhan dan Amortiasi
Beberapa perusahaan
menangguhkan keuntungan dan kerugian serta amortiasi penyesuain melebihi umur
manfaatnya pada masa item neraca terkait. Di sini, translasi mata uang asing
keuntungan dan kerugian bergubungan dengan utang akan ditangguhkan dan
diamortisasi terhadap masa penggunaan asset, berarti, dianggap sebagai laba
dengan cara yang sesuai dengan beban depersiasinya.
o
Penangguhan Sebagian
Pilihan ketiga dalam
akuntansi untuk keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing adalah dengan
mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya
jika terealisasi.
o
Tidak ada Penangguhaan
Pilihan laporan terakhit
yang dilakukan oleh banyak perusahaan di seluruh dinia adalah untuk mengenali
secara cepat mengenai keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dalam
laporan laba-rugi, pilihan ini memandang segala tipe penangguhan adalah palsu
dan salah
v PENGEMBANGAN
AKUNTANSI TRANSLASI MATA UANG ASING
Praktik akuntansi translasi mata uang asing telah
berkembang seiring waktu dalam respons terhadap meningkatnya kompleksitas
operasional multinasional dan perubahan dalam sistem moneter internasional.
Oleh karena inisiatif pelaporan keuangan di Amerikas Serikat merepresentasikan
kejadian di negara lain, beberapa perspektif historis tentang Akuntansi Translasi
Mata Uang Asing di Negara amerika sebagai berikut:
o Pra 1965
Sebelum tahun 1965, praktik translasi mata uang asing
masih dipandu oleh bab 12 dariAccounting Research Bulletin No 43, Pernyataan
tersebut mengadvokasi metodecurrent-noncurrent. Keuntungan dan kerugian
transaksi ditambahkan secara langsung terhadap pendapatan. Keuntungan dan
kerugian translasi mata uang asing dimasukkan dalam keuntungan selama periode
yang ada. Kerugian translasi mata uang asing bersih diakui dalam pendapatan lancar,
sementara keuntungan translasi mata uang asing ditangguhkan dalam akun tunda di
neraca pembukuan dan digunakan untuk menutup kerugian translasi mata uang asing
dalam periode yang akan datang.
o 1965-1975
ARB No. 43 memperbolehkan beberapa pengecualian khusus
dalam metode current-noncurrent. Dalam keadaan khusus, persediaan
dapat ditranslasikan dengan kurs historis. Utang jangka panjang terjadi untuk
mendapatkan aset jangka panjang yang disajikan ulang dengan kurs saat ini saat
terdapat perubahan besar dalam nilai tukar (kemungkinan permanen).
o 1975-1981
FASB mengeluarkan FAS no 8 pada tahun 1975. Pernyataan
ini secara signifikan mengubah praktik perusahaan asing AS dalam memasukkan
GAAP AS dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs sementara. Sama
pentingnya, penangguhan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing tidak
diperbolehkan lagi. Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dan
transaksi harus diakui dalam pendapatan saat periode perubahan kurs.
o 1981-sekarang
FASB mengeluarkan Statement of Financial
Accounting Standards no 52 tahun 1981 sebagai respons terhadap ketidak
puasan masyarakat terhadap FAS No. 8.
v
GAMBARAN STANDAR NO. 52/STANDAR AKUNTANSI
INTERNATIONAL 21
FAS 52 dan
versi terbaru IAS 21 bertujuan untuk:
1.
Menampilkan, dalam laporan keuangan gabungan, hasil
keuangan dan keterhubungan dihitung dengan mata uang primer yang
dikonsolidasikan antara laporan induk dan anak perusahaan bisnis (dengan mata
uang fungsional)
2.
Menyediakan informasi yang secara umum kompatibel
dengan efek ekonomi yang diharapkan pada perubahan nilai tukar pada ekuitas dan
arus kas perusahaan.
Tujuan-Tujuan tersebut berdasarkan konsep mata uang
fungsional. Ingat, kembali bahwa mata uang fungsional secara keseluruhan adalah
mata uang ekonomi primer yang beroperasi dan menghasilkan arus kas. Lebih jauh,
mata uang fungsional menunjukkan pilihan metode translasi mata uang asing yang
digunakan untuk tujuan usaha gabungan dan disposisi keuntungan dan kerugian nilai
tukar.
o Translasi
saat Mata Uang Lokal adalah Mata Uang Fungsional
Prosedur
kurs saat ini yang digunakan adalah:
1.
Seluruh asset dan kewajiban asing yang ditranslasikan
terhadap dolar menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca; akun
modal ditranslasikan pada kurs historis.
2.
Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai
tukar yang berlaku pada waktu transaksi, walaupun nilai tukar rata-rata
tambahan dapat digunakan untuk kelayakan.
3.
Keuntungan dan kerugian dilaporkan dalam komponen
ekuitas gabungan pemegang saham yang terpisah. Penyesuaian nilai tukar tersebut
tidak dimasukkan ke dalam laporan laba-rugi hingga operasional luar negeri
telah terjual atau investasi telah diputuskan tidak bernilai.
o Translasi saat
Mata Uang Induk Perusahaan adalah Mata Uang Fungsional
1.
Aset dan kewajiban serta item nonmoneter bernilai pada
harga pasar saat itu ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada
saat laporan keuangan; item nonmoneter lainnya dan modal ditranslasikan pada
kurs historis.
2.
Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai
tukar rata-rata untuk periode kecuali item yang berhubungan dengan item
nonmoneter (contoh: biaya penjualan dan beban depresiasi), yang ditranslasikan
menggunakan kurs historis.
3.
Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
direfleksikan dalam pendapatan lancar.
o
Translasi saat Mata Uang Asing adalah Mata Uang
Fungsional
Usaha gabungan asing mungkin akan tetap mencatat
pembukuannya dalam satu mata uang asing saat mata uang fungsionalnya adalah
mata uang asing lain. Dalam situasi ini, laporan keuangan akan dihitung ulang
dari mata uang lokal ke dalam mata uang fungsional (metode kurs sementara) lalu
ditranslasikan ke dalam dolar AS menggunakan metode kurs saat ini.
v PERMASALAHAN PERHITUNGAN
·
Prespektif
laporan
·
Harga
perolehan
·
Laba terkelola
v TRANSLASI MATA UANG ASING DAN
INFLASI
Hubungan
terbalik antara tingkat inflasi sebuah negara dengan nilai eksternal mata
uangnya telah ditunjukkan secara empiris. Sehingga penggunaan kurs saat ini
untuk mentranslasikan biaya asset nonmoneter yang bertempat dalam kondisi yang
cenderung berinflasi akan menghasilkan padanannya mata uang domestik jauh di
bawah nilai aslinya. FASB memutuskan untuk menentang penyesuaian inflasi
sebelum translasi mata uang asing, maka, FAS No. 52 membutuhkan penggunaan
dolar AS sebagai mata uang fungsional untuk operasional asing yang berdomisili
di negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi, yang akan mempertahankan
nilai padanan dolar konstan terhadap aset dengan mata uang asing, karena mereka
ditranslasikan pada kurs historis (dengan metode kurs sementara).
v TRANSLASI MATA UANG ASING DI MANA
SAJA
Bagi
yang awam terhadap ekonomi di Benua Amerika dan Eropa tentu tidak akan
mengetahui bila Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA), Accounting Standard
Board Inggris serta International Accounting Standards Boards berpartisipasi
dalam pertimbangan yang menghasilkan FAS No. 52, sehingga terdapat beberapa
kesamaan dari Standar translasi mata uang asing di negara Kanada, Inggris dan
Amerika. Berikut ini penjelasan mengenai translasi mata uang asing di beberapa
belahan dunia:
· Standar
Kanada fokus pada utang asing jangka panjang. Di Kanada, keuntungan dan
kerugian translasi mata uang asing ditangguhkan dan diamortisasi karena tidak
diakui sebagai pendapatan. Kanada telah mengeluarkan berkas exposure
draft kedua yang mengajukan eliminasi pendekatan penangguhan dan
amortisasi.
· Di
Inggris, bila anak perusahaan berada di negara dengan tingkat inflasi yang
sangat tinggi dan mata uang fungsionalnya adalah mata uang lokal, laporan
keuangan harus disesuaikan terlebih dahulu terhadap level harga saat itu lalu
ditranslasikan menggunakan kurs saat ini., sementara di Amerika, dilakukan
translasi dengan menggunakan metode kurs sementara.
· Jepang
mengubah standar mereka untuk menggunakan metode kurs saat ini pada semua
kondisi, dengan penyesuaian translasi mata uang asing yang diperlihatkan pada
neraca dalam ekuitas pemegang saham.
DAFTAR
PUSTAKA :
Choi, Frederick D. S, Meek, Gary K,
2010, Akuntansi Internasional, Buku 1, Edisi keenam, Jakarta;Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar