Rabu, 15 Mei 2013

TUGAS 4


1.    Jika peredaran uang di Indonesia dianggap dapat menimbulkan INFLASI maka Bank Indonesia  sebagai pelaksana Kebijakan Moneter adalah melakukan tindakan apa saja?

Sebelum kita membahas tentang kebijakan BI untuk melakukan tindakan terhadap masalah Inflasi mari kita lihat dulu tujuan dan tugas BI saat ini :
Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut BI mempunyai 3 tugas utama, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan. Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI berubah sejak diterapkannya undang-undang tersebut, yaitu dari multiple objective (mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah). Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

Mari kita bahas tentang masalah inflasi dan tindakan BI terhadap masalah Inflasi yang terjadi di Negara  Kesatuan Republik Indonesia :
             Kestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi.  Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran. Dalam hal ini, BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari 2 sisi permintaan, sedangkan tekanan inflasi dari sisi penawaran (bencana alam, musim kemarau, distribusi tidak lancar, dll) sepenuhnya berada diluar pengendalian BI. Oleh karena itu, untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi, baik pemerintah maupun swasta. Tanpa dukungan dan komitmen tersebut niscaya tingkat inflasi yang sangat tinggi selama ini akan sulit dikendalikan. Selanjutnya nilai tukar rupiah sepenuhnya ditetapkan oleh kekuatan permintaan dan panawaran yang terjadi di pasar. Apa yang dapat dilakukan oleh BI adalah menjaga agar nilai rupiah tidak terlalu berfluktuasi secara tajam.
Seperti dikemukakan diatas bahwa kontrol BI atas inflasi sangat terbatas, karena inflasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karena itu, BI selalu melakukan assessment terhadap perkembangan perekonomian, khususnya terhadap kemungkinan tekanan inflasi. Selanjutnya respon kebijakan moneter didasarkan kepada hasil assessment tersebut. Perlu disampaikan pula bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, melainkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan di sektor riil. Untuk itulah koordinasi dan kerjasama antar lembaga lintas sektoral sangatlah penting dalam menangani masalah inflasi ini.
            Sasaran akhir kebijakan moneter BI di masa depan pada dasarnya lebih diarahkan untuk menjaga inflasi. Pemilihan inflasi sebagai sasaran akhir ini sejalan pula dengan kecenderungan perkembangan terakhir bank-bank sentral di dunia, dimana banyak bank sentral yang beralih untuk lebih memfokuskan diri pada upaya pengendalian inflasi. Alasan yang mendasari perubahan tersebut adalah, pertama bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa dalam jangka panjang kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi tingkat inflasi, kebijakan moneter tidak dapat mempengaruhi variabel riil, seperti pertumbuhan output ataupun tingkat pengangguran. Kedua, pencapaian inflasi rendah merupakan prasyarat bagi tercapainya sasaran makroekonomi lainnya, seperti pertumbuhan pada tingkat kapasitas penuh (full employment) dan penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya. Ketiga, yang terpenting, penetapan tingkat inflasi rendah sebagai tujuan akhir kebijakan moneter akan menjadi nominal anchor berbagai kegiatan ekonomi.


Strategi yang digunakan oleh BI dalam mencapai sasaran inflasi yang rendah adalah :
- mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter.
- menentukan sasaran akhir kebijakan moneter.
- mengidentifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi.
- memformulasikan respon kebijakan moneter.
Dapat ditambahkan bahwa laju inflasi yang diperoleh dari indeks harga konsumen  (IHK) sebagai sasaran akhir dan laju inflasi inti (core atau underlying inflation) sebagai sasaran operasional.

Dan ada beberapa kebijakan moneter, kebijakan fiscal, dan kebijakan non moneter yang dilakukan pada saat inflasi terjadi :

Kebijakan moneter :
• Politik diskoto (Politik uang ketat)
• Politik pasar terbuka
• Peningkatan cash ratio

Kebijakan fiskal :
• Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
• Menaikkan pajak

Kebijakan Non Moneter :
• Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya.
• Menekan tingkat upah.
• Kebijakan penentuan harga dan indexing. Dll


2. Jelaskan faktor utama yang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional?

Perdagangan Internasional sangat dibutuhkan untuk seleruh Negara, karena setiap Negara membutuhkan barang-barang yang tidak bisa diproduksi di Negara-nya. Dan perdagangan Internasional ini memiliki peraturan-peraturan yang berbeda dalam melakuakan transaksi.
Secara faktor yang menyebabkan timbulnya perdagangan Internasional adalah :
  1. Perbedaan Kekayaan SDA dan SDM :

Hal ini Terjadi karena setiap Negara memiliki sumber daya yang berbeda-beda, dan oleh karena itu setiap Negara juga menghasilkan barang yang berbeda-beda pula. Ada beberapa Negara yang dapat memproduksi barang yang melimpah karena memiliki SDA dan SDM yang sangat besar. Sementara ada pula Negara yang kekurangan produksi barang tersebut karena memiliki SDA dan SDM yang kurang memumpuni.

  1. Perbedaan Kepemilikan Faktor Produksi

Suatu Negara mungkin memiliki faktor produksi tenaga kerja dengan upah  murah melimpah, tetapi tidak memiliki modal yang cukup, sementara Negara lain sebaliknya memiliki modal melimpah, tetapi tidak banyak memilii tenaga kerja. Perbedaan ini menyebabkan setiap Negara akan memproduksi sesuai dengan faktor produksinya masing-masing. Sehingga menyebabkan timbulnya perbedaaan jumlah produksi.

  1. Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Penguasaan IPTEK

Beberapa negara yang telah menggunakan teknologi lebih modern dapat memproduksi barang dengan harga lebih murah daripada yang menggunakan teknologi sederhana.dan setiap Negara memiliki tingkat kemampuan dalam pengusaan IPTEK, sehingga Negara yang memiliki tingkat kemampuan penguasaan IPTEK yang sangat tinggi Negara tersebut dapat memproduksi barang dengan sangat efisien, dan sebaliknya.

  1. Perbedaan Harga Barang

Perbedaan ini mendorong masyarakat untuk melakukan perdagangan internasional, karena di pasar internasional barang yang diproduksi oleh masyarakat tersebut dapat dijual dengan harga yang berkali kali lipat daripada menjualnya di Negara nya sendiri.

  1. Perbedaan Selera Masyarakat

Perbedaan ini adalah perbedaan kebudayaan yang dianut oleh masyarakat dan juga perbedaan gaya hidup setiap Negara yang berbeda, sehingga mendorong timbulnya perdagangan internsional.

Faktor pendorong
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :
  • Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
  • Faktor alam/ potensi alam
  • Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
  • Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
  • Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  • Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
  • Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
  • Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
  • Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
3.    Sebutkan ciri-ciri suatu Negara yang telah berhasil menumbuhkan Negara jika dilihat dari ...


  •      Ciri-ciri negara maju
     Ciri-ciri negara maju dilihat dari segi penduduk
1.Pertumbuhan penduduknya rendah
2.Angka beban ketergantungan rendah
3.Jumlah penduduk sedikit

     Ciri-ciri negara maju dilihat dari segi ekonomi
1.Pendapatan per kapita tinggi
2.Mata pencaharian utama di sektor industri, jasa, dan perdagangan
3.Sumber daya alam dimanfaatkan secara optimal
4.Ketersediaan modal

     Ciri-ciri negara maju dilihat dari segi sosial budaya
1.Tidak percaya pada hal-hal yang tidak bisa diterima akal
2.Mempunyai etos kerja dan pola pikir yang baik
3.Disiplin dan teratur dalam kehidupan sosialnya
4.Menghargai HAM dan gender
5.Mempunyai kesadaran hukum yang tinggi

     Ciri-ciri negara maju dilihat dari segi kemajuan teknologi
  Menguasai teknologi modern.

4.    Benarkah Inflasi itu selalu merugikan?
Menurut Pendapat Saya :

Inflasi itu tidak selalu merugikan bahkan inflasi juga memiliki dampak positif, yaitu dapat meningkatkan perekonomian di Negara tersebut, dapat membuat orang-orang bergairah untuk rajin bekerja karena saat itu upah akan naik dan harga barang pun naik sehingga membuat para pengusaha dan investor ramai-ramai melakukan produksi barang yang sangat tinggi dan melakukan penanaman modal di Negara tersebut, dapat memimbulkan lapangan pekerjaan yang sangat luas karna pengusaha meningkatkan jumlah produksi sehingga membutuhkan tenaga kerja yang banyak sehingga menimbulkan lapangan pekerjaan yang sangat luas. Tetapi semua dampak positif itu hanya terjadi pada saat inflasi ringan dan inflasi sedang saja.

            Sedangkan pada saat terjadi inflasi berat dan hiperinflasi. Maka, keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.


                                                                                                                                               

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar