Nama : Rivalno
NPM : 26212494
NPM : 26212494
Kelas : 4EB12
Mata Kuliah : Etika Profesi Akuntansi
TUGAS 2
Financial Accounting Standards
Board-FASB (Dewan Akuntansi Keuangan) mengembangkan sebuah
Kerangka konseptual, kerangka ini
berfungsi sebagai dasar untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi dan
pelaporan. Kerangka konseptual FASB mencakup empat bagian sebagai berikut :
1. Tujuan-tujuan pelaporan keuangan,
2. Karakteristik-karateristik kualitatif
informasi akuntansi,
3. Elemen-elemen laporan keuangan,
4. Panduan-panduan pengoperasian
(asumsi,prinsip dan kendala)
I.
Level
Ke-Satu
Tujuan-Tujuan
Pelaporan Keuangan
FASB
mulai bekerja dengan kerangka konseptual
dengan melihat pada tujuan-tujuan dasar dari pelaporan keuangan.
Menentukan tujuan-tujuan ini memerlukan jawaban atas beberapa pertanyaan dasar
seperti siapa yang menggunakan laporan keuangan ?, mengapa ?, informasi apa
saja yang mereka butuhkan ?, seberapa mengertikah pengguna laporan keuangan mengenai
bisnis dan akuntansi ?, Bagaimana seharusnya informasi keuangan dilaporkan
sehingga dapat dimengerti sebaik mungkin ?..
Untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, FASB menyimpulkan bahwa tujuan-tujuan
dari pelaporan keuangan adalah untuk menyerdiakan informasi yang :
1. Berguna bagi mereka yang menbuat keputusan
investasi dan kredit.
2. Membantu dalam memperkirakan arus kas dimasa
yang akan datang.
3. Mengidentifikasikan sumber daya ekonomi (asset), klaim
atas sumber daya tersebut
(kewajiban), serta prubahan pada sumber daya dan klaim tersebut.
(kewajiban), serta prubahan pada sumber daya dan klaim tersebut.
II.
Level
Ke-Dua
A.
Karakteristik
Kualitatif Informasi Akuntansi
FASB
menyimpulkan bahwa kriteria-kriteria yang menguasai untuk pilihan akuntansi
adalah kegunaan informasi. Praktik akuntansi yang dipilih seharusnya adalah
praktik yang memberikan informasi keuangan berguna paling banyak untuk membuat
sebuah keputusan. Untuk menjadi berguna, informasi harus memiliki
karakteristik-karakteristik kualitatif berikut:
·
Relevansi
Informasi
akuntansi memiliki relevansi (relevance)
jika dapat membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Informasi yang relevan
memiliki nilai prediktif atau nilai umpan balik maupun keduanya. Nilai
prediktif (predictive value) membantu
pengguna meramalkan kejadian-kejadian dimasa depan. Sebagai Contoh, ketika ExxonMobil
mengeluarkan laporan keuangan, informasi yang terdapat didalamnya dianggap
relevan karena menyediakan dasar untuk memprediksi pendapatan di masa depan. Nilai
umpan balik ( feedback value)
menguatkan atau memperbaiki ekspektasi sebelumnya. Ketika ExxonMobil
mengeluarkan laporan keuangan, hal tersebut mengkonfirmasikan atau memperbaiki
ekspektasi sebeleumnya mengenai kondisi keuangan perusahaan.
Selain
itu, informasi akuntansi memiliki relevansi jika dianggap tepat waktu (timely). Informasi tersebut harus harus
tersedia bagi pembuat keputusan sebelum ia kehilangan kemampuannya mempengaruhi
keputusan.
·
Dapat Diandalkan
Kesalahan
dan reliabilitas informasi berarti informasi itu terbebas dari kesalahan dan
bias. Agar dapat diandalkan, informasi akuntansi harus diverivikasi, agar dapat
membuktikan bahwa informasi tersebut terbebas dari kesalahan dan bias.
Informasi tersebut juga harus merupakan penyajian yang jujur atas apa yang
seharusnya dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Terakhir , Informasi harus
netral dimana informasi tersebut tidak boleh dipilih, dibuat, atau disajikan
sesuai keinginan sekelompok pengguna yang berkepentingan diatas yang lainnya.
Untuk menjamin keandalan, akuntan publik bersertifikat melakukan audit terhadap
laporan keuangan.
·
Dapat Dibandingkan
Informasi
akuntansi tentang perusahaan paling berguna ketika dapat dibandingkan dengan
informasi akuntansi tentang perusahaan lainnya. Perbandingan atau
komparabilitas dihasilkan ketika perusahaan-perusahaan yang berbeda menggunakan
prinsip-prinsip akuntansi yang sama. Secara konseptual, perbandingan juga harus
memperluas metode yang digunakan oleh perusahaan dalam mematuhi prinsip-prinsip
akuntansi. Metode-metode akuntansi mencakup biaya persediaan FIFO, LIFO serta
berbagai metode depresiasi (penyusutan). Pada titik ini, perbandingan metode
tidak diperlukan, bahkan untuk perusahaan-perusahaan pada industry yang sama.
Satu-satunya kebutuhan akuntansi adalah setiap perusahaan harus mengungkapkan
metode-metode akuntansi yang digunakan. Dengan pengungkapan tersebut, pengguna
eksternal dapat menentukan apakah informasi keuangan dapat dibandingkan.
·
Konsistensi
Konsistensi
berarti sebuah perusahaan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode
akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. Jika perusahaan memilih menggunakan
FIFO sebagai metode Biaya persediaan pada tahun pertama beroperasi, maka
diharapkan perusahaan akan menggunakan FIFO pada Tahun-tahun berikutnya. Ketika
informasi keuangan telah dilaporkan secara konsisten, laporan keuangan
memperbolehkan analisis tren yang berarti dalam perusahaan.
B.
Elemen
Statemen Keuangan
Bagian
yang penting dari kerangka konseptual akuntansi adalah seperangkat definisi
yang mengambarkan istilah-istilah dasar yang digunakan dalam akuntansi. FASB
mengacu pada seperangkat definisi ini sebagai elemen-elemen laporan keuangan (elements of financial statement).
Elemen-elemen ini mencakup beberapa istilah seperti asset, kewajiban, ekuitas,
pendapatan dan beban.
Oleh
Karena itu elemen-elemen yang sangat penting, menjadi penting bahwa mereka
harus dibatasi dengan tepat dan diterapkan secara universal. Menentukan
definisi yang pantas untuk sebagian besar dari elemn ini tidaklah mudah.
III.
Level
Ke-tiga
Tujuan-tujuan
dari Pelaporan Keuanga, karakteristik-karaktertistik kualitatif informasi
akuntansi, dan elemen-elemen laporan keuangan sangatlah luas. Oleh karena para
akuntan yang berpraktik harus memecahkan masalah-masalah praktiknya, dibutuhkan
panduan pengoperasian, kita mengelompokan tiga panduan sebagai asumsi, prinsip,
dan kendala. Panduan-panduan ini telah dibuat dengan baik dan diterima dalam
akuntansi. Berikut ini adalah bagian-bagiannya :
Asumsi
|
Prinsip
|
Kendala
|
||
Unit Moneter (Satuan Uang)
Entitas Ekonomi
Periode Waktu
Kelangsungan Usaha
|
Pengakuan Pendapatan
Penandingan
Pengungkapan Penuh
Biaya
|
Materialitas
Konservatisme
|
a)
Asumsi
Asumsi (assumption) merupakan dasar bagi bagi
proses akuntansi.
·
Asumsi Unit Moneter
Asumsi
unit moneter merupakan asumsi bahwa unit pengukuran relative tetap konstan
seiring waktu.
·
Asumsi Entitas Ekonomi
Asumsi
Entitas Ekonomi menyatakan bahwa aktivitas entitas harus dijaga terpisah dan
berbeda dari aktivitas pemiliknya dan seluruh entitas ekonomi lainnya.
·
Asumsi Periode Waktu
Asumsi
Periode Waktu menyatakan bahwa umur ekonomis dari sebuah bisnis dapat dibagi
kedalam periode waktu buatan.
·
Asumsi Kelangsungan Usaha
Asumsi Kelangsungan
Usaha mengasumsikan bahwa perusahaan akan meneruskan kegiatan operasionalnya
cukup lama untuk menjalanka tujuan-tujuan yang ada.
b)
Prinsip
Prinsip
(Principle) adalah aturan khusus yang
mengundikasikan bagaimana kejadian-kejadian ekonomi harus dilaporkan dalam
proses akuntansi.
·
Prinsip Pengakuan Pendapatan
Prinsip
Pengakuan Pendapatan menyebutkan bahwa pendapatan harus diakui pada periode
akuntansi saat pendapatan dihasikan. Namun demikian, menerapkan prinsip umum
ini pada praktiknya terbilang sulit. Ketika terjadi penjualan, pendapatan
diakui pada saat penjualan. Dasar penjualan ini melibatkan transaksi pertukaran
antara penjual dan pembeli. Harga jual adalah pengukura objektif atas jumlah
pendapatan yang diakui. Meskipun demikian, terdapat 2 pengecualian terhadap
dasar penjualan untuk pengukuran pendapatan yang berlaku umum. Pengecualian
tersebut adalah metode presentase penyelesaian dan metode angsuran.
·
Prinsip Penandingan (Pengakuan Beban)
Prinsip
ini menyatakan bahwa beban harus dikaitkan dengan pendapatan pada periode
dimana usaha untuk memperoleh pendapatana dilakukan. Beban tidak diakui ketika
kas dibayarkan, atau ketika pekerjaan dilakukan, atau ketika barang diproduksi.
Tetapi, beban diakui ketika tenaga kerja (jasa) atau barang benar-benar
berkontribusi terhadap pendapatan. Biaya yang akan menghasilkan pendapatan pada
periode akuntansi dimasa yang akan datang diakui sebagai asset. Contohnya
antara lain persediaan barang dagang, beban dibayar dimuka, dan asset pabrik.
Biaya-biaya ini disebut Harga perolehan (biaya) yang belum kadaluawarsa. Biaya
perolehan yang belum kadaluwarsa berubah menjadi beban dengan cara Harga Pokok
Penjualan dan Beban Operasional.
·
Prinsip Pengungkapan Penuh
Prinsip
Pengungkapan Penuh mengharuskan kondisi-kondisi dan kejadian-kejadian yang
membuat perbedaan terhadap pengguna laporan keuangan harus diungkapkan.
Kepatuhan terhadap prinsip pengungkapan penuh dilihat dari data pada laporan
keuangan dan informasi pada catatan atas laporan keuangan. Catatan pertama di
kebanyakan kasus adalah ringkasan kebijakan-kebijakan akuntansi yang
signifikan. Termasuk juga di dalamnya, antara lain metode-metode yang digunakan
untuk biaya persediaan, depresiasi, asset pabrik dan amortisasi asset tidak
berwujud.
·
Prinsip Biaya
Prinsip
biaya menyatakan bahwa asset harus dicatat pada biayanya. Biaya digunakan
karena biaya tersebut relevan dan andal. Biaya disebut relevan karena
menunjukan harga yang dibayar, asset yang dikorbankan, dan kesepakatan yang
dibuat pada tanggal perolehan. Biaya disebut andal karena keterukurannya yang
objektif, berdasarkan fakta dan dapat diverifikasi. Biaya juga merupakan hasil
dari transaksi pertukaran. Biaya adalah dasar yang digunakan dalam penyusunan
laporan keuangan.
c)
Kendala
Kendala
(constraint) dalam proes akuntansi
memungkinkan penyimpangan prinsip-prinsip tersebut dibawah kondisi-kondisi
tertentu.
·
Materialitas
Materialitas
berkaitan dengan dampak suatu pos terhadap kondisi keuangan dan operasional
perusahaan secara keseluruhan. Suatu pos dikatakan material ketika memiliki
kemungkinan untuk mempengaruhi keputusan investor dan kreditur yang jujur. Pos
tersebut menjadi tidak material jika tidak memiliki dampak terhadap pembuat
keputusan. Pendek kata, jika pos tersebut tidak membuat perbedaan pada pembuat
keputusan, GAAP tidak harus diikuti. Untuk menentukan materialitas dari jumlah,
akuntan biasanya membandingkannya dengan pos tertentu seperti total asset,
total kewajiban dan laba bersih.
·
Konservatisme
Konservatisme
menyatakan bahwa ketika anda berada dalam keraguan, sebaiknya anda memiliki
metode yang tampaknya paling tidak mungkin untuk menyajikan terlalu tinggi
asset dan laba. Hal ini bukan berarti asset dan laba disajikan terlalu rendah.
Conservative memberikan panduan yang beralasan untuk situais-situasi sulit : jangan pernah menyajikan terlalu tinggi
atas asset dan laba.
Komponen Laporan Keuangan Yang Lengkap Menurut PSAK 1
Pada
PSAK 1 disebutkan komponen laporan keuangan lengkap terdiri dari:
a. Laporan posisi keuangan pada akhir
periode;
b. Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain selama periode;
c. Laporran perubahan ekuitas selama
periode;
d. Laporan arus kas selama periode;
e. Catatan atas laporan keuangan,
berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan
lain.
(ea) informasi komparatif mengenai
periode terdekat sebelumnya sebagaimana ditentukan dalam paragraf 38 dan 38A;
dan
f. Laporan posisi keuangan pada awal
periode terdekat sebelumnya ketika entitas menetapkan suatu kebijakan akuntansi
secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan,
atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya sesuai
dengan paragraf 40A-40D.
Daftar Pustaka :
Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Standar
Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari
2015. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.
Weygandt,
Jerry J.,Kieso, Donald E., dan Kimmel, Paul D. 2008. Pengantar Akuntansi,
edisi 7. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar