NAMA :
RIVALNO
NPM :
26212494
KELAS
:
3 EB 12
1.
Menulis Laporan
Ilmiah
A.
Pengertian
Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah
ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang
berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang
diberikan. Laporan ilmiah dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban
bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang
diberikan. Laporan ilmiah harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif
dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan
keputusan. Berdasarkan sifat penyajiannya, laporan dibedakan menjadi laporan
formal dan laporan informal.
Laporan ialah
suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari
seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat
berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu
karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh
dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk
jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan
ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja
disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan
tertentu.
Laporan Ilmiah adalah laporan yang
disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode
ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Menurut Nafron
Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung
kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan
dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
Laporan ilmiah
adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis
melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.
B.
Tujuan, Manfaat,
dan Fungsi Laporan Ilmiah
Laporan bertujuan :
a) Memberi
keterangan atau penjelasan tentang suatu masalah;
b) Memulai
kegiatan;
c)
Mengkoordinasikan seluruh kegiatan;
d) Merangkum
pelaksanaan kegiatan.
Laporan bermanfaat :
a)
Menentukan kebijakan;
b)
Menentukan sikap yang tegas dan tepat;
c)
Mengembangkan dan memperluas kegiatan;
d) Mengadakan
perubahan atau perbaikan terhadap kegiatan yang dianggap tidak sesuai atau
mengalami hambatan.
Laporan ilmiah memiliki fungsi sebagai
berikut :
1.
Laporan
penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide
spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas
dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
2.
Laporan
Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
3.
Laporan
Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian
selanjutnya.
Secara ringkas, laporan memiliki fungsi
informasi, pengawasan, pengambilan keputusan, dan pertanggung jawaban.
C.
Macam-macam
Laporan Ilmiah
Untuk
mengemukakan tentang macam laporan ilmiah, penjelasan Mukayat D. Brotowidjoyo
sangatlah berarti. Mukayat melihat bahwa informasi yang disajikan dalam laporan
itu dapat bermacam-macam. Kemungkinan isinya menyangkut pekerjaan yang sedang
berlangsung atau yang sudah selesai atau menyangkut hasil uji atau analisis
suatu varietas benda, sajian hasil penelitian atau penyidikan. Menurutnya,
sulit untuk melakukan klasifikasi mengingat bahwa berbagai laporan sangat
variatif dan sifat-sifatnya tidak menentu. Walaupun demikian menurut Mukayat
beberapa ahli condong untuk membagi macam-macam laporan tersebut.
-
Laporan
Periodi
Laporan yang
diserahkan setiap periode reguler dan dimaksudkan untuk menyediakan informasi
tentang status organisasi atau aktivitasnya. Laporan bulanan, triwulan, atau
catur wulan atau tahunan oleh Kepala Bagian, Kepala Sekolah atau Pimpinan
Pesero kepada pemegang pesero adalah contoh-contoh laporan periodis.
- Laporan Kemajuan
Laporan yang
diserahkan guna menyediakan informasi tentang kemajuan suatu rencana usaha,
seperti pembangunan bendungan dan proyek penelitian.
- Laporan Hasil Uji
Laporan yang
diserahkan guna menyediakan laporan tangan pertama tentang pengetahuan suatu
benda (biasanya berupa kesimpulan), seperti kondisi suatu bangunan, pabrik,
atau sumber alam.
- Laporan Rekomendasi
Laporan yang
diserahkan guna menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap sesuatu guna
pertimbangan dalam tindakan berikutnya. Misalnya, laporan tentang letak daerah
atau lokasi pabrik atau gedung bioskop, dan nasihat cara menaikkan
efisiensinya.
– Laporan Penelitian
Laporan yang
diserahkan untuk memberi tahu tentang penemuan yang tidak diketahui sebelumnya
dan diperoleh dari percobaan, penyelidikan, kuesioner, data akumulasi, dan
sebagainya. Berbagai laboratorium lembaga penelitian, universitas, stasiun
pertanian, stasiun meteorologi, kantor pemerintah, dan organisasi penelitian
swasta secara tetap menerbitkan laporan-laporan itu.
Dengan melihat
penggolongan laporan ilmiah tersebut, suatu prinsip yang dapat ditemui dalam
setiap laporan ilmiah adalah kaidah-kaidah ilmiahnya, yang mungkin berbeda-beda
menurut setiap bidang ilmu. Walaupun sangat beragam dan variatif, macam laporan
ilmiah dapat dikategorikan menjadi hal-hal berikut.
- Laporan kemajuan
Laporan yang
disampaikan untuk melihat perkembangan kemajuan atau langkah yang telah
ditempuh, untuk melihat kemungkinan munculnya kesulitan dan bagaimana rencana
antisipasinya.
- Laporan akhir
Laporan ini
dapat didahului laporan kemajuan untuk melihat pencapaian yang diperoleh antara
yang dicerminkan dalam usulan penelitian, laporan kemajuan, dan laporan akhir.
- Laporan berkala
Laporan yang
disusun untuk melihat suatu kinerja yang melibatkan karakter keilmiahan, dalam
suatu periode waktu tertentu sehingga dapat diperoleh suatu gambaran dinamika
dari periode yang satu dengan periode lainnya.
- Laporan hasil uji
Laporan ini
perlu juga menyertakan rekomendasi, setelah disampaikan informasi ilmiah
tentang sesuatu, karena dimungkinkan akan menjadi dasar suatu kebijakan
tertentu.
D.
Ciri-Ciri
Laporan Ilmiah
Mengenai macam
laporan ilmiah berupa laporan penelitian, penulis berpendapat bahwa dalam
setiap laporan yang disertakan karakter “ilmiah”, dapat diasumsikan melalui
suatu penelitian, karena terikat dengan kaidah ilmiah. Karakter ilmiah dan
proses penelitian yang dimaksud adalah karena aspek ketelitian, kecermatan,
merupakan hal yang penting dalam setiap
laporan ilmiah. Penelitian dapat dilakukan baik melalui studi kepustakaan
maupun menyertakan data empiris.
Dari sudut
pandang tujuannya, selera pembacanya, bentuk dan sifatnya, Mukayat berpendapat
bahwa laporan itu berbeda dari prosa ilmiah lainnya dalam aspek-aspek berikut.
Berikut adalah Ciri-Ciri Laporan Ilmiah. :
– Pembacanya
seorang atau sekumpulan orang tertentu. Laporan dibuat atas permintaan atau
perintah. Mungkin juga laporan itu diserahkan atas prakarsa penulis untuk
mendapat kritik dari ahli-ahli terkemuka. Adakalanya laporan berbentuk buku dan
ditujukan kepada pembaca umum. Jika ditujukan kepada umum biasanya laporan
berbentuk pamflet atau selebaran.
-
Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah itu biasanya berupa
laporan panjang yang terdiri atas: halaman judul, surat penyerahan, daftar isi,
pendahuluan, uraian pokok, dan sering juga lampiran. Laporan pendek biasanya
terdiri atas judul pokok dan nomor-nomor, dengan perlengkapan seperti biasa
dalam surat-menyurat formal.
-
Laporan itu bersifat sangat objektif,
maksudnya terutama untuk menyajikan fakta. Jika ditarik kesimpulan, kesimpulan
itu berupa induksi berdasar atas bukti spesifik. Jika dibuat suatu pujian atau
rekomendasi, pendapat pribadi atau prasangka harus dihindari jauh-jauh. Bila
data laporan itu tak cukup atau bertentangan satu dengan lainnya, pembaca
dipersilakan untuk menyadari bahwa konklusi dan rekomendasi yang disajikan
bersifat tentatif.
-
Bahasa dan nadanya formal. Kata
ganti orang harus dihindari. Titik berat dan tekanannya tidak berdasarkan
pendapat penyaji data atau “Asal Bapak Senang” yaitu agar pembaca terpenuhi
seleranya. Seperti dalam karya tulis ilmiah, dalam laporan harus tidak ada
ungkapan pergaulan, bahasa kasar atau makian, atau susunan kata dan ungkapan
yang ceroboh.
-
Judul, subjudul, dan sub-sub judul,
disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik. Dalam Kamus Bahasa
Indonesia, mantik diartikan dengan (1) cara berpikir yang hanya mendasarkan
pikiran belaka; (2) perkataan yang benar. Laporan yang disajikan dengan baik
dapat digunakan sebagai acuan.
E.
Persyaratan
Penulisan Laporan Ilmiah
Mukayat
Brotowidjojo mengemukakan juga persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah itu yang
menurutnya sama seperti bagi penulis karya tulis ilmiah lainnya, yaitu sebagai
berikut.
- Memiliki
pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan. Sering kali
pengetahuan tangan pertama itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan
pengalaman orang lain.
- Memiliki
sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak
terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dan
pernyataan-pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Bila ada hal-hal yang tak
lengkap, ia harus menyebutkan kekurangan-kekurangan itu dan apa sebabnya. Semua
fakta harus dicocokkan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan
pernyataan salah, ia akan meragukan isi seluruh laporan. Pernyataan yang
meragukan lebih baik dibuang saja, atau dijelaskan bahwa meragukan. Data yang
meyakinkan tidak boleh dibuang.
– Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus menurut kenyataan; kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu berlawanan dengan yang diharapkan, bahkan dapat berakibat merugikan bagi dirinya sendiri. Pembuat laporan itu seperti sebuah ‘mesin pemikir’, yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat mengelirukan pengertiannya atau pernyataannya tentang fakta.
- Kemampuan
untuk menganalisis dan menyamaratakan. Laporan itu adalah sebuah analisis.
Pembuat laporan membagi-bagi subjek, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda,
dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lain. Berdasarkan uraian itulah
dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan. Pelapor tidak boleh membuat
kesamarataan berdasarkan beberapa data saja, atau membuang data yang ia anggap
tidak mendukung konklusi yang diharapkannya, padahal data itu tidak meragukan.
- Kemampuan
mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan itu tidak harus diatur
sistematis, mantik, supaya pembacanya tidak meragukan tentang suatu perencanaan
dan penalarannya. Pengertian akan kebutuhan pembaca. Laporan itu disajikan
untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang (tim) yang spesifik. Apa yang
dilaporkan, apa yang dibuang, istilah apa yang akan dipakai, apa yang dapat
dianggap sebagai sudah semestinya, apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan serta
bagaimana menyusunnya, semuanya itu tergantung pembacanya.
Hal yang perlu dicatat menurut Mukayat
sebagai prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh penulis laporan ialah
bekerja secara konstan untuk menghemat tenaga dan mental pembacanya
2.
Rancangan Usulan
Peneletian
1. Pengertian Rancangan Usulan Penelitian
Desain adalah
sebuah istilah yang diambil dari kata “design” yang berarti perencanaan
atau rancangan. Ia juga bisa diartikan dengan persiapan. Dalam
paradigma penelitian, desain dapat diistilahkan sebagai semua proses yang
diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam
pengertian yang lebih sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan
analisis data saja.
Pada dasarnya
desain hanya berfungsi sebagai fasilitas bagi tujuan penelitian dan bersifat
prosedural. Oleh karena itu, ia ditentukan oleh masalah penelitian, dan bukan
sebaliknya. Karena tujuan penelitian bervariasi, maka desain penelitian yang
sesuai untuk mencapai tujuan tersebut juga bervariasi.
Lincoln dan Guba
(1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagi usaha merencanakan
kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa
yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.
Desain
penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan
struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam
menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, desain
penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian
rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Secara umum,
Rancangan Penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang
tertuang dalam satu kesatuan naskah secara ringkas, jelas dan utuh. Rancangan
penelitian dibuat dengan tujuan agar pelaksanaan penelitian dapat dijalankan
dengan baik , benar dan lancar.
Rancangan penelitian adalah suatu
kesatuan, rencana terinci dan spesifik mengenai cara memperoleh, menganalisis,
dan menginterpretasi data.
Tujuan pembuatan Rancangan
Penelitian
- Menguji atau menemukan ilmu pengetahuan
- Memperoleh dana untuk membiayai penemuan baru
- Membantu mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat
- Menyelesaikan tugas akhir sekolah atau tugas akhir di perguruan tinggi
Unsur – unsur di dalam Rancangan
Penelitian
- Judul : tujuan, indikator, atau variabel
- Masalah
- Sasaran penelitian : lokasi, objek (populasi & sampel)
- Prosedur pengumpulan data
- Cara mengolah, mengorganisasi, dan menyajikan hasil penelitian
- Komponen – komponen etika di dalam penelitian
- Referensi
2.
Guna Rancangan usaha penelitian
Guna rancangan
usulan penelitian memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam
melakukan penelitiannya, menentukan Batas – Batas Penelitian yang berkaitan
dengan tujuan Penelitian dengan perumusan Tujuan Penelitian yang jelas, maka
dapat disusun suatu rancangan Penelitian yang menentukan batas-batas
penelitian, sehingga peneliti dapat memusatkan perhatian dan ke tujuan
yang lebih efektif, Memberikan Gambaran yang jelas tentang apa yang harus
dilakukan peneliti Dengan demikian, dapat dipikirkan cara – cara mengatasi
kesulitan – kesulitan tersebut terlebih dahulu.
Jadi Rancangan
usulan penelitian merupakan suatu hasil dari penelitian yang diteliti
yang dirancang dari langkah awal sampai dengan proses penyusunan penelitian.
Rancangan usaha penelitian yang menjelaskan tentang pokok permasalahan yang di
teliti, teori, dan konsep serta data yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Rancangan usaha penelitian ini dilakukan untuk melatih kemandirian seseorang
dalam membuat suatu rancangan penelitian.
Di dalam rancangan usulan penelitian
memiliki tujuan untuk memperoleh informasi sebagai bahan penulisan yang akan
dilakukan atau di teliti, seperti :
a. Skripsi
b. Makalah
untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c. Karangan
ilmiah
d. Tesis
magister/disertasi doctor
e. Laporan
proyek
3.
Bentuk dan Isi Usulan Penelitian
Unsur-unsur yang dimiliki dalam
rancangan usulan penelitian yaitu :
·
Bagian awal
a)
Judul
penelitian
Judul penelitian yang di rancang untuk
menentukan topik pemasalahan yang di teliti, dengan penulisan judul menggunakan
huruf kapital, dan dalam penamaan judul harus menggunakan kalimat yang efektif.
Contoh : "Rancangan Usulan
Penelitian Untuk Disertasi"
b)
Identitas
penyusun rancangan
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang
diketik dengan huruf Kapital.
c)
Tanggal
pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana
Contoh : Diajukan kepada Program
Pascasarjana
Universitas Gunadarma 2013
pada tanggal
·
Bagian utama
a)
Rasional
dari judul yang dipilih.
Rasional dari judul yang dipilih yaitu
perumusan judul yang dipilih dengan pertanyaan penelitian, serta hasil yang
diharapkan dan masalah yang dapat diantisipasi. Uraian ini tentang perkiraan
hasil kuantitatif atau kualitatif, dan uraikan tentang masalah atau hambatan
yang diperkirakan akan dihadapi yang dapat mempengaruhi untuk penelitian.
b)
Perumusan
masalah,
Suatu unsur pokok dari perumusan masalah
yang hendak diteliti. Setelah rumusan masalah diketahui, peneliti dapat
menterjemahkan rumusan masalah tersebut dalam bentuk kalimat pertanyaan
penelitian.
c)
Tujuan
dan kegunaan penelitian,
Bagian yang berisi tujuan penelitian
yang hendak dicapai, dan mengacu pada perumusan masalah yang telah dibuat
sebelumnya.
d)
Kerangka
pemikiran teoritis,
kerangka pemikiran teoritis memuat
garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk daftar pustaka yang akan
menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam
rangka penyusunan disertasi.
e)
Rancangan
hipotesis,
Apa bila peneliti menggunakan rancangan
hipotesis, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita
(kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang
hendak diteliti.
f)
Metode
penelitian,
Metode penelitian bagian yang berisi
secara ilmiah, yang menyangkut bagian penting yaitu :
-
Objek
penelitian
-
Data
atau variabel
-
Metode
pengumpulan data atau variabel
-
Hipotesis
-
Alat
analisis yang digunakan
g)
Jadwal
penelitian,
Jadwal penelitian dibuat secara cermat,
dengan mempertimbangkan kelayakannya.
Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
-
Tahap-tahap
penelitian yang akan dilakukan.
-
Waktu
yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan
bulan.
-
Rincian
kegiatan untuk tahap masing-masing.
-
Untuk
sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.
-
Cara
menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.
·
Bagian akhir
a)
Daftar
pustaka,
Berisi daftar referensi yang terdiri
dari buku, jurnal, majalah dan lain-lain, yang digunakan dalam penulisan.
Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai
bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam
rancangan usulan penelitian. Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka
adalah seperti disebutkan dibawah ini :
a. Untuk buku :
1. Nama penulis
2. Tahun penerbitan
3. Judul buku
4. Nama penerbit
5. Tempat penerbitan.
b. Untuk
jurnal :
1. Nama
penulis
2. Tahun penerbitan
3. Judul tulisan
4. Nama
jurnal
5. Jilid
dan nomor
6.
Halaman.
b)
Daftar
riwayat hidup penyusun rancangan,
Daftar riwayat hidup, penyusun rancangan
usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a.
Nama lengkap dan derajat akademik
b. Tempat dan tanggal lahir
c. Pangkat dan jabatan
d. Riwayat pendidikan tinggi
e. Karya ilmiah
f. Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
g. Penghargaan ilmiah, bila ada.
4.
Contoh Rancangan
Usulan Penelitian
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan tugas dan pekerjaan merupakan suatu kewajiban bagi para pegawai di dalam suatu organisasi, baik dalam organisasi pemerintahan maupun organisasi non pemerintahan. Kemudian di dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan tersebut tentunya pasti mempunyai suatu tujuan yang sama yakni mengharapkan suatu hasil pekerjaan dan tugas yang baik serta memuaskan sesuai dengan apa yang ditentukan sebelumnya. Untuk mendapatkan suatu hasil kerja yang baik dan sesuai dengan tujuan organisasi maka setiap pimpinan suatu organisasi dapat dipastikan mempunyai suatu aturan dan ketentuan yang dituangkan dalam bentuk kebijakan. Kebijakan ini di buat dengan maksud agar setiap komponen organisasi melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Di dalam upaya mencapai tujuan tersebut, perlu adanya suatu faktor yang harus dimiliki oleh para pegawai, yakni semangat kerja. Semangat kerja itu sendiri timbul dan tumbuh dalam diri pegawai yang disebabkan adanya motivasi dari pimpinan dalam arti pimpinan memberi motif atau dorongan kepada pegawai, di mana motif itu sendiri menyangkut pada kebutuhan pegawai, baik kebutuhan batiniah maupun kebutuhan lahiriah.
Sadar akan betapa pentingnya pegawai dalam pembangunan sesuai dengan Hakekat Pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagaimana termaksud dalam Garis-garis Besar Haluan Negara atau GBHN adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemberian motif oleh pimpinan merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan agar tumbuh dan timbul semangat kerja dalam diri pegawai, sebab keberhasilan pegawai sangat tergantung dari motivasi dan kebijakan yang diberikan oleh pimpinan.
Pemberian motifasi merupakan proses dari motivasi, motivasi itu sendiri merupakan proses pemberian motif (penggerak) kepada para bawahannya sedemikian rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas.
Sadar akan betapa pentingnya Pegawai Negara, dalam hal ini adalah Pegawai Kantor Kelurahan Kudaile dalam pembangunan, maka sangat disayangkan karena pada kenyataannya pemanfaatan tenaga kerja para pegawai selaku sumber daya manusia belum optimal, buktinya banyak terlihat gejala-gejala masalah yang terjadi yang berhubungan dengan semangat kerja pegawai, antara lain :
1. Banyak terlihat beberapa pegawai justru banyak menganggur daripada menyelesaikan pekerjaannya.
2. Pada saat jam kerja berlangsung, masih terdapat beberapa orang pegawai yang tidak bekerja sama yaitu melakukan kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pokok.
3. Masih adanya beberapa orang pegawai yang terlambat datang ke tempat kerja atau meninggalkan kantor sebelum waktunya.
Penyelenggaraan motivasi oleh Kepala Kantor sangat penting dikaitkan dengan upaya peningkatan semangat kerja pegawai di lingkungan Kantor Kelurahan Kudaile. Rendahnya motivasi kerja sangat dipengaruhi oleh perhatian pemimpin atau Kepala Kantor terhadap Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat dan juga untuk meningkatkan etos kerja pegawai. Sebagaimana diketahui, manfaat terhadap Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat besar bagi upaya menciptakan tujuan organisasi dalam mencapai kesuksesan, yaitu :
1. Menambah wawasan agar mencapai visi.
2. Mengembangkan kemampuan agar lebih profesional.
3. Menanamkan sense of belonging, agar loyal dan punya dedikasi.
4. Menumbuhkan semangat agar memiliki motivasi.
5. Meningkatkan etos kerja agar mempunyai komitmen yang tinggi.
Semangat kerja sedikit banyaknya dipengaruhi oleh perilaku pimpinannya.Perilaku pimpinan yang baik, yaitu :
1. Seorang pimpinan harus selalu berpikir positif, selalu antusias, mampu memahami dan menghargai pihak lain (bawahan), tetap tenang saat dalam situasi sulit atau menegangkan, tetap optimis, tidak mengumpat terhadap bawahan, menjelaskan kesalahannya pada waktu dan tempat yang tepat.
2. Tidak menunda jawaban atau memberi jawaban yang mengambang.
3. Memberi perintah dengan gaya minta tolong.
4. Tidak lupa memberi hadiah atau penghargaan.
Hal tersebut sangat mempengaruhi semangat kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.
Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka penulis mencoba menyusun skripsi dengan judul : “Kedisiplinan Kerja Pegawai Kantor Kelurahan Kudaile.”
B. Tujuan dan Manfaat Penelitian
A. Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan tugas dan pekerjaan merupakan suatu kewajiban bagi para pegawai di dalam suatu organisasi, baik dalam organisasi pemerintahan maupun organisasi non pemerintahan. Kemudian di dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan tersebut tentunya pasti mempunyai suatu tujuan yang sama yakni mengharapkan suatu hasil pekerjaan dan tugas yang baik serta memuaskan sesuai dengan apa yang ditentukan sebelumnya. Untuk mendapatkan suatu hasil kerja yang baik dan sesuai dengan tujuan organisasi maka setiap pimpinan suatu organisasi dapat dipastikan mempunyai suatu aturan dan ketentuan yang dituangkan dalam bentuk kebijakan. Kebijakan ini di buat dengan maksud agar setiap komponen organisasi melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Di dalam upaya mencapai tujuan tersebut, perlu adanya suatu faktor yang harus dimiliki oleh para pegawai, yakni semangat kerja. Semangat kerja itu sendiri timbul dan tumbuh dalam diri pegawai yang disebabkan adanya motivasi dari pimpinan dalam arti pimpinan memberi motif atau dorongan kepada pegawai, di mana motif itu sendiri menyangkut pada kebutuhan pegawai, baik kebutuhan batiniah maupun kebutuhan lahiriah.
Sadar akan betapa pentingnya pegawai dalam pembangunan sesuai dengan Hakekat Pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagaimana termaksud dalam Garis-garis Besar Haluan Negara atau GBHN adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemberian motif oleh pimpinan merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan agar tumbuh dan timbul semangat kerja dalam diri pegawai, sebab keberhasilan pegawai sangat tergantung dari motivasi dan kebijakan yang diberikan oleh pimpinan.
Pemberian motifasi merupakan proses dari motivasi, motivasi itu sendiri merupakan proses pemberian motif (penggerak) kepada para bawahannya sedemikian rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas.
Sadar akan betapa pentingnya Pegawai Negara, dalam hal ini adalah Pegawai Kantor Kelurahan Kudaile dalam pembangunan, maka sangat disayangkan karena pada kenyataannya pemanfaatan tenaga kerja para pegawai selaku sumber daya manusia belum optimal, buktinya banyak terlihat gejala-gejala masalah yang terjadi yang berhubungan dengan semangat kerja pegawai, antara lain :
1. Banyak terlihat beberapa pegawai justru banyak menganggur daripada menyelesaikan pekerjaannya.
2. Pada saat jam kerja berlangsung, masih terdapat beberapa orang pegawai yang tidak bekerja sama yaitu melakukan kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pokok.
3. Masih adanya beberapa orang pegawai yang terlambat datang ke tempat kerja atau meninggalkan kantor sebelum waktunya.
Penyelenggaraan motivasi oleh Kepala Kantor sangat penting dikaitkan dengan upaya peningkatan semangat kerja pegawai di lingkungan Kantor Kelurahan Kudaile. Rendahnya motivasi kerja sangat dipengaruhi oleh perhatian pemimpin atau Kepala Kantor terhadap Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat dan juga untuk meningkatkan etos kerja pegawai. Sebagaimana diketahui, manfaat terhadap Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat besar bagi upaya menciptakan tujuan organisasi dalam mencapai kesuksesan, yaitu :
1. Menambah wawasan agar mencapai visi.
2. Mengembangkan kemampuan agar lebih profesional.
3. Menanamkan sense of belonging, agar loyal dan punya dedikasi.
4. Menumbuhkan semangat agar memiliki motivasi.
5. Meningkatkan etos kerja agar mempunyai komitmen yang tinggi.
Semangat kerja sedikit banyaknya dipengaruhi oleh perilaku pimpinannya.Perilaku pimpinan yang baik, yaitu :
1. Seorang pimpinan harus selalu berpikir positif, selalu antusias, mampu memahami dan menghargai pihak lain (bawahan), tetap tenang saat dalam situasi sulit atau menegangkan, tetap optimis, tidak mengumpat terhadap bawahan, menjelaskan kesalahannya pada waktu dan tempat yang tepat.
2. Tidak menunda jawaban atau memberi jawaban yang mengambang.
3. Memberi perintah dengan gaya minta tolong.
4. Tidak lupa memberi hadiah atau penghargaan.
Hal tersebut sangat mempengaruhi semangat kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.
Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka penulis mencoba menyusun skripsi dengan judul : “Kedisiplinan Kerja Pegawai Kantor Kelurahan Kudaile.”
B. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ini temasuk :
a. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kedisiplinan terhadap kinerja dari pegawai kantor kelurahan Kudaile.
b. Untuk mengetahui besar pengaruh motivasi lurah tanjungpinang barat terhadap tingkat kedisiplinan pegawai di kantor kelurahan Kudaile.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
a. Dapat digunakan sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi pegawai Kelurahan Kudaile.
b. Dapat berguna bagi semua orang yang berkompeten yang ada kaitannya dengan motivasi semangat kerja.
Secara umum tujuan penelitian ini temasuk :
a. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kedisiplinan terhadap kinerja dari pegawai kantor kelurahan Kudaile.
b. Untuk mengetahui besar pengaruh motivasi lurah tanjungpinang barat terhadap tingkat kedisiplinan pegawai di kantor kelurahan Kudaile.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
a. Dapat digunakan sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi pegawai Kelurahan Kudaile.
b. Dapat berguna bagi semua orang yang berkompeten yang ada kaitannya dengan motivasi semangat kerja.
C. Rumusan Masalah
Atas dasar latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis dapat mengambil merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah sikap yang baik dari kepala lurah demi meningkatkan kedisiplinan pegawai kantor kelurahan Kudaile?
2. Seberapa besar pengaruh motivasi lurah Tanjungpinang Barat terhadap kedisiplian pegawai di Kantor Kelurahan Kudaile?
BAB II KAJIAN TEORI
Kerangka Teoritis
Dalam rangka menjelaskan uraian penulisan ini maka dapat ditarik kesimpulan dari pengertian-pengertian yang lebih mendasar sesuai dengan judul yang akan di teliti, maka di bawah ini akan di uraikan beberapa konsep yang berkaitan dengan permasalahan di atas.
1.Kedisiplinan
Kedisiplinan berasal dari kata disiplin. Istilah disiplin berasal daribahasa latin“Disciplina” yang menunjuk pada kegiatan belajar dan mengajar. Sedangkan istilah bahasa inggrisnya yaitu“Discipline” yangberarti:
1. Tertib, taat atau mengendalikan tingkah laku, penguasaan diri;
2. Latihan membentuk, meluruskan atau menyempurnakan sesuatu, sebagai kemampuan mental atau karakter moral;
3. Hukuman yang diberikan untuk melatih atau memperbaiki;
4. Kumpulan atau sistem-sistem peraturan-peraturan bagi tingkah laku (MacMillan dalam Tu’u,2004:20).
Menurut (Depdikbud 1988:208)
Disiplin juga dapat berarti tata tertib, ketaatan, atau kepatuhan kepada peraturan tata tertib.Dalam bahasa Indonesia istilah disiplin kerap kali terkait dan menyatu dengan istilah tatatertib dan ketertiban. Dengan demikian, kedisiplinan hal-hal yang berkaitan dengan ketaatan atau kepatuhan seseorang terhadap peraturan atau tata tertib yang berlaku.
Menurut (Prijodarminto 1994:23)
Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentukmelalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilaiketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.
Menurut Amatembun (1974:6)
kedisiplinan adalah keadaan tertib dimana orang yang tergabung dalamorganisasi tunduk pada peraturan yang telah ada dengan senang hati.Berdasarkan pengertian tersebut, yang dimaksud kedisiplinan dalampenelitian ini adalah keadaan tertib dimana siswa yang tergabung dalamwarga sekolah harus tunduk pada peraturan atau tata tertib sekolah yangtelah ada dengan senang hati.
Menurut Johar Permana, Nursisto (1986:14),
Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.
Menurut Johar Permana, Nursisto ( 1986:14),
disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian prilaku yang menunjukkan niai-niai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban
Sedangkan sebagaimana diungkapkan oleh Irwin A. Hyman dan Pamela A. Snock dalam bukunya “Dangerous School” (1999).Berkenaan dengan tujuan disiplin sekolah, Maman Rachman (1999:83) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah :
1. Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang,
2. mendorong pegawai melakukan yang baik dan benar,
Berdasarkan uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah sikap seseorang yang menunjukkan ketaatan ataukepatuhan terhadap peraturanatau tata tertib yang telah ada dan dilakukandengan senang hati dan kesadaran diri.
2.Kerja
Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan itu bisa bermacam-macam, berkembang dan berubah, bahkan seringkali tidak disadari oleh pelakunya. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya, dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya.
Pekerjaan ialah kegiatan fisik dan mental manusia untuk menghasilkan barang atau jasa bagi orang lain maupun dirinya yang dilakukan atas kemauan sendiri dan atau dibawah perintah orang lain dengan menerima upah atau tidak. Dalam pengertian ini tercakup setiap pekerjaan yang dijalankan atas dasar borongan dalam suatu perusahaan, baik oleh orang yang menjalankan sendiri maupun orang yang membantunya.
Pengertian Pekerjaan berdasarkan Klasifikasi Jabatan Nasional adalah sekumpulan kedudukan yang memiliki persamaan kewajiban atau tugas-tugas pokoknya. Satu pekerjaan dapat diduduki oleh satu orang atau beberapa orang yang tersebar di berbagai tempat.
Setidaknya terdapat beberapa pengertian bekerja yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
· Bekerja adalah aktifitas dasar yang menyangkut kebutuhan dasar manusia untuk mendapatkan nafkah kebutuhan diri sendiri dan keluarganya
· Bekerja adalah tanggung jawab sosial yaitu kesanggupan memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa menggantungkan atau mengganggu orang lain
· Bekerja adalah aktivitas perwujudan diri akan kemampuan seseorang, kreativitas dan percaya diri, sehingga timbul rasa puas karena adanya perasaan diperlukan oleh orang lain
· Bekerja adalah cara mendapatkan penghasilan secara aman untuk memenuhi kebutuhan hidup secara finansial
Jadi nyatalah bahwa keinginan untuk mempertahankan hidup merupakan salah satu sebab yang terkuat yang dapat menjelaskan mengapa seseorang bekerja. Melalui kerja kita memperoleh uang dan uang tersebut dapat dipakai untuk memuaskan semua tipe kebutuhan. Kebutuhan itu baik kebutuhan fisiologis dasar, seperi makan, minum, tempat tinggal, pakaian dan sejenisnya. Maupun kebutuhan-kebutuhan sosial, kebutuhan yang timbul dalam hubungan atau interaksi seseorang dengan lingkungan.
Sementara yang dimaksud dengan tenaga kerja / pekerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan atau kegiatan baik fisik maupun non fisik didalam hubungan kerja maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau kebutuhannya sendiri.
3. Pegawai Negeri
Pegawai negeri adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BAB III METODE PENELITIAN
A.Variabel Dan Hipotesis
1.Variabel
Kedisiplinan Kerja Pegawai Kantor
2.Hipotesis
Berdasarkan Pengamatan Cenderung Pengawasan Dari Pusat mau pun Pemimpin Yang harus lebih memantau serta tugas pegawai harus di rancang dengan baik sehingga akan menciptakan kedisplinan yang tinggi dari pegawai.
B.Indikator Penelitian
Frekuensi : Mengumpulkan data jam kerja pegawai
Keaktifan : Mengumpulkan data kehadiran pegawai dalam jam kerja
Sumber Dana : anggaran Kelurahan untuk kepentingan pekerjaan
Penyediaan Tempat : Terpenuhinya Alat Kantor
C.Metode Penelitian
Secara umum metode dan teknik yang digunakan dalam usulan penelitian adalah sebagai berikut:
·
Tipe
Penelitian
·
Macam
Dan jenis Data
·
Populasi
Dan Teknik Sampling
·
Teknik
analisis data
·
Teknik
Pengumpulan data
Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan metode dan teknik analisis data. Metode dan teknik analisis data
yang digunakan adalah metode dan teknik kuantitatif serta kualitatif. Data dan
informasi yang dikumpulkan lebih bersifat angka dan grafik kemudian disajikan
dalam bentuk narasi.
D.Jadwal Pelaksaan Penelitian
Disusun berdasarkan data yang di kumpulkan dalam bentuk angka dan grafik urutan kegiatan dari awal sampai akhir dan di buat tabel.
D.Jadwal Pelaksaan Penelitian
Disusun berdasarkan data yang di kumpulkan dalam bentuk angka dan grafik urutan kegiatan dari awal sampai akhir dan di buat tabel.
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia.com
ml.scribd.com/doc/54689505/Pengertian-Kedisiplinan
SUMBER
:
Menulis
Laporan Ilmiah :
Rancangan
Usulan Penelitian :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar